Berubahlah jika memang perubahan itu dapat membawa pada kehidupan yang lebih baik.
Mungkin itulah nasihat yang ada di benak masyarakat Samoa, sehingga mereka sepakat untuk mengubah semua kemudi mobil yang semula di sebelah kanan ke kiri pada bulan september 2009, meski sempat ditentang beberapa pihak, pemerintah Samoa tetap bersikeras. karena secara ekonomi akan lebih mudah dan murah untuk mengimpor mobil dari Australia dan Selandia baru yang lebih geografis jauh lebih dekat, dimana orang mengemudi di jalur kiri, daripada tempat lain yang lebih jauh dan tentunya lebih mahal.
Saat ini cobalah perhatikan keadaan lingkungan di sekitar. kemudian renungkanlah, adakah sesuatu disana yang berbeda dari waktu terakhir kita memandangnya? mungkin hari ini kita akan melihat jarum jam dinding telah berubah posisi seiring berjalannya waktu, atau beberapa pakaian di lemari warnanya mulai tampak usang karena sering dipakai dan dicuci. dari semua itu kita diingatkan bahwa segala sesuatu pasti akan mengalami perubahan, bukan hanya barang barang dan lingkungan sekitar. kita pun mengalami perubahan.
Jika ditanya, setiap orang pasti ingin mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. misalnya, menjadi lebih sabar, lebih berprestasi, lebih dewasa dan lain sebagainya. Pun demikian dengan Tuhan, Dia juga menginginkan kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dan yang terpenting adalah berubah menjadi pribadi yang berkenan dihadapanNya. Baiknya kita merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah kita telah berubah menjadi pribadi seperti yang diinginkan olehNya? beranikah kita berubah demi kebaikan kita?
Karna tanpa perubahan kita tidak akan menuju kemana pun. GBU
Mungkin itulah nasihat yang ada di benak masyarakat Samoa, sehingga mereka sepakat untuk mengubah semua kemudi mobil yang semula di sebelah kanan ke kiri pada bulan september 2009, meski sempat ditentang beberapa pihak, pemerintah Samoa tetap bersikeras. karena secara ekonomi akan lebih mudah dan murah untuk mengimpor mobil dari Australia dan Selandia baru yang lebih geografis jauh lebih dekat, dimana orang mengemudi di jalur kiri, daripada tempat lain yang lebih jauh dan tentunya lebih mahal.
Saat ini cobalah perhatikan keadaan lingkungan di sekitar. kemudian renungkanlah, adakah sesuatu disana yang berbeda dari waktu terakhir kita memandangnya? mungkin hari ini kita akan melihat jarum jam dinding telah berubah posisi seiring berjalannya waktu, atau beberapa pakaian di lemari warnanya mulai tampak usang karena sering dipakai dan dicuci. dari semua itu kita diingatkan bahwa segala sesuatu pasti akan mengalami perubahan, bukan hanya barang barang dan lingkungan sekitar. kita pun mengalami perubahan.
Jika ditanya, setiap orang pasti ingin mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. misalnya, menjadi lebih sabar, lebih berprestasi, lebih dewasa dan lain sebagainya. Pun demikian dengan Tuhan, Dia juga menginginkan kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dan yang terpenting adalah berubah menjadi pribadi yang berkenan dihadapanNya. Baiknya kita merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah kita telah berubah menjadi pribadi seperti yang diinginkan olehNya? beranikah kita berubah demi kebaikan kita?
Karna tanpa perubahan kita tidak akan menuju kemana pun. GBU
membuat sketsa adalah satu pekerjaan dari seorang arsitek yang di lakukan sebelum membangun. biasanya seorang arsitek membuat sketsa rumah, gedung baik desain interior maupun eksteriornya, dimana terlebih dahulu akan merancang dahulu gambar, membuat pola sedemikian sehingga menghasilkan sesuatu yang sempurna. karena mereka ingin menghasilkan yang terbaik.
bagitu pula dalam hidup ini. sejak semula Tuhan merancang hidup kita sesuai tujuanNya. dikatakan, sejak dari kandungan Ia telah memilih kita untuk memenuhi panggilanNya. Ia mengetahui jalan-jalan di depan sebelum kita melewatinya ... hal ini sungguh luar biasa, sebab rencanaNya tidak pernah gagal. untuk itu terlebih dahulu Tuhan memproses, membentuk supaya kita semakin sempurna.
apapun yang Dia perbuat pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. sekalipun tampak buruk, tetaplah yakin bahwa dari semula Tuhan sudah merencanakan yang baik. hidup kita di dalam tanganNya, dan Dia tidak pernah melepaskan kita dari genggaman. kita tidak perlu cemas saat menjalani hidup, ingatlah kita diciptakan dari kepala bukan ekor. Tuhan juga merancangkan masa depan yang penuh harapan, bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang.
yakinlah akan masa depan yang Tuhan siapkan, sambil berserah padaNya. dan pada waktunya kita boleh melihat rancanganNya yang indah. dengan banyaknya masalah, kegagalan yang terjadi ada kalanya membuat kita putus asa. bagaimanapun dan seburuk apapun hidup kita, Tuhan tetap menerima dengan kasihNya yang sempurna.
bersama Tuhan selalu ada harapan, dan untuk selama-lamanya rancangan Tuhan atas kita umatNYa itu indah dan sempurna ... GBU
bagitu pula dalam hidup ini. sejak semula Tuhan merancang hidup kita sesuai tujuanNya. dikatakan, sejak dari kandungan Ia telah memilih kita untuk memenuhi panggilanNya. Ia mengetahui jalan-jalan di depan sebelum kita melewatinya ... hal ini sungguh luar biasa, sebab rencanaNya tidak pernah gagal. untuk itu terlebih dahulu Tuhan memproses, membentuk supaya kita semakin sempurna.
apapun yang Dia perbuat pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. sekalipun tampak buruk, tetaplah yakin bahwa dari semula Tuhan sudah merencanakan yang baik. hidup kita di dalam tanganNya, dan Dia tidak pernah melepaskan kita dari genggaman. kita tidak perlu cemas saat menjalani hidup, ingatlah kita diciptakan dari kepala bukan ekor. Tuhan juga merancangkan masa depan yang penuh harapan, bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang.
yakinlah akan masa depan yang Tuhan siapkan, sambil berserah padaNya. dan pada waktunya kita boleh melihat rancanganNya yang indah. dengan banyaknya masalah, kegagalan yang terjadi ada kalanya membuat kita putus asa. bagaimanapun dan seburuk apapun hidup kita, Tuhan tetap menerima dengan kasihNya yang sempurna.
bersama Tuhan selalu ada harapan, dan untuk selama-lamanya rancangan Tuhan atas kita umatNYa itu indah dan sempurna ... GBU
Perdebatan tentang isu investasi tambang dan perkebunan kelapa sawit dengan isu lingkungan semakin tajam,pengusung isu developmentalis berbasis sumber daya alam seolah-olah sangat percaya bahwa kemajuan ekonomi menjadi prioritas utama dari tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan yang muncul adalah pada saat terjadi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pada masa ini berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber daya alam pendukung atau tidak?
Skenario pertumbuhan ekonomi global berpengaruh terhadap fenomena tersebut, berbagai standarisasi praktek investasi dikeluarkan sebagai persyaratan pasar seperti standart pengelolaan pertambangan yang ramah lingkungan, standart pengelolaan perkebunan kelapa sawit lestari, standart verifikasi dan legalitas kayu dan sebagainya.berdasarkan data yang dirilis oleh KPPU sampai periode 2006 telah terjadi pertambahan luas yang sangat signifikant sekitar 20%, pada tahun 2010 luas perkebunan kelapa sawit sekitar 7 juta ha dan kenaikan produksi CPO sekitar 36 % dari produksi dunia.
Konsekwensi pertambahan ini secara kontekstual terkait dengan terbukanya iklim investasi di daerah pasca kebijakan otonomi daerah dan penguasaan tekhnologi perkebunan. Namun yang menarik adalah dengan meningkatnya investasi pembangunan perkebunan kelapa sawit ini berkontribusi terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat setempat? Menurut Data Pemerintah telah terjadi penurunan penduduk miskin sebanyak 12,92 persen.
Kebijakan investasi berbasis sumberdaya alam ibarat pisau bermata dua, apabila dikelola dengan bijaksana maka akan mendatangkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan, namun jika sebaliknya yang terjadi maka bersiap-siap untuk mengalami bencana permanent seperti yang sudah dirasakan selama ini. Sebagai contoh nilai dari recovery bencana banjir dan kekeringan jauh lebih mahal dari keuntungan ekonomi jangka pendek, nilai ini bukan hanya menjadi catatan bagi perencana pembangunan tetapi juga merupakan fakta yang harus disadari oleh public untuk ikut bertanggungjawab memberikan masukan dan mengawasi kebijakan yang berlaku di daerah.
Mencermati hal demikian apakah kita harus mempertentangkan kepentingan antara lingkungan dengan ekonomi? Benang merah antara kedua isu ini adalah prinsip dan kriteria investasi memberi posisi yang sama dan mempraktekkan pendekatan tekhnologi dan pengelolaan yang ramah lingkungan. Daya dukung lingkungan terhadap investasi secara langsung akan memberikan nilai benefit dan profit yang sangat besar. Jasa lingkungan yang didapatkan dari kawasan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi seperti air bersih, udara bersih dsb jauh lebih bermanfaat daripada membeli dan mengadakan suplai air secara mekanis di dalam kawasan perkebunan.
Bagaimana mendorong keseimbangan pikir dari persoalan diatas? Prasarat pertama adalah mengedepankan good governance, pengelolaan yang baik memiliki persyaratan seperti diantaranya adalah berwawasan ke depan, transparan, partisipatif, demokratis, efisiensi dan efektivitas, berorientasi mengurangi kesenjangan dll.
Prasyarat kedua adalah memperbaiki alur kebijakan yang ada, penguasaan modal investasi harus benar benar dikontrol dan mengakomodir akses petani , pada kondisi ini biarlah petani dihargai dan memiliki akses terhadap kebijakan investasi, pilihan pilihan yang lebih terbuka dan berbasis kemitraan .
Kondisi ini akan tercapai melalui kebijakan investasi yang mensyaratkan tanggungjawab social korporasi dan mekanisme control yang independent oleh Pemerintah. Pemerintah harus benar-benar rela melakukan control dan bersih dari praktek-praktek korupsi.
Skenario pertumbuhan ekonomi global berpengaruh terhadap fenomena tersebut, berbagai standarisasi praktek investasi dikeluarkan sebagai persyaratan pasar seperti standart pengelolaan pertambangan yang ramah lingkungan, standart pengelolaan perkebunan kelapa sawit lestari, standart verifikasi dan legalitas kayu dan sebagainya.berdasarkan data yang dirilis oleh KPPU sampai periode 2006 telah terjadi pertambahan luas yang sangat signifikant sekitar 20%, pada tahun 2010 luas perkebunan kelapa sawit sekitar 7 juta ha dan kenaikan produksi CPO sekitar 36 % dari produksi dunia.
Konsekwensi pertambahan ini secara kontekstual terkait dengan terbukanya iklim investasi di daerah pasca kebijakan otonomi daerah dan penguasaan tekhnologi perkebunan. Namun yang menarik adalah dengan meningkatnya investasi pembangunan perkebunan kelapa sawit ini berkontribusi terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat setempat? Menurut Data Pemerintah telah terjadi penurunan penduduk miskin sebanyak 12,92 persen.
Kebijakan investasi berbasis sumberdaya alam ibarat pisau bermata dua, apabila dikelola dengan bijaksana maka akan mendatangkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan, namun jika sebaliknya yang terjadi maka bersiap-siap untuk mengalami bencana permanent seperti yang sudah dirasakan selama ini. Sebagai contoh nilai dari recovery bencana banjir dan kekeringan jauh lebih mahal dari keuntungan ekonomi jangka pendek, nilai ini bukan hanya menjadi catatan bagi perencana pembangunan tetapi juga merupakan fakta yang harus disadari oleh public untuk ikut bertanggungjawab memberikan masukan dan mengawasi kebijakan yang berlaku di daerah.
Mencermati hal demikian apakah kita harus mempertentangkan kepentingan antara lingkungan dengan ekonomi? Benang merah antara kedua isu ini adalah prinsip dan kriteria investasi memberi posisi yang sama dan mempraktekkan pendekatan tekhnologi dan pengelolaan yang ramah lingkungan. Daya dukung lingkungan terhadap investasi secara langsung akan memberikan nilai benefit dan profit yang sangat besar. Jasa lingkungan yang didapatkan dari kawasan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi seperti air bersih, udara bersih dsb jauh lebih bermanfaat daripada membeli dan mengadakan suplai air secara mekanis di dalam kawasan perkebunan.
Bagaimana mendorong keseimbangan pikir dari persoalan diatas? Prasarat pertama adalah mengedepankan good governance, pengelolaan yang baik memiliki persyaratan seperti diantaranya adalah berwawasan ke depan, transparan, partisipatif, demokratis, efisiensi dan efektivitas, berorientasi mengurangi kesenjangan dll.
Prasyarat kedua adalah memperbaiki alur kebijakan yang ada, penguasaan modal investasi harus benar benar dikontrol dan mengakomodir akses petani , pada kondisi ini biarlah petani dihargai dan memiliki akses terhadap kebijakan investasi, pilihan pilihan yang lebih terbuka dan berbasis kemitraan .
Kondisi ini akan tercapai melalui kebijakan investasi yang mensyaratkan tanggungjawab social korporasi dan mekanisme control yang independent oleh Pemerintah. Pemerintah harus benar-benar rela melakukan control dan bersih dari praktek-praktek korupsi.
