Kebiasaan minum kopi bukan hal aneh dan istimewa karena hal ini ditemukan dimana saja, tidak mencantumkan angka pasti namun saya meyakini bahwa penikmat kopi di seluruh dunia cukup banyak. Namun apabila minum kopi dilakukan dengan tujuan tertentu maka konteks ngopi memiliki makna lain. Kongkow kongkow di warung kopi mungkin bagi sebagian orang dianggap pemborosan waktu, namun tidak demikian bagi orang orang yang memanfaatkan media kongkow ngopi untuk membicarakan bisnis, sharing pengalaman dan bahkan ngerumpi persoalan sosial ekonomi, budaya, politik dll.
Fenomena kongkow di warung kopi di kota Pontianak bisa ditemukan dimana mana, terutama di jalan Gajah mada, sepanjang hari dan malam kita akan menemukan suasana kongkow ini. Hal ini menarik dan menandakan gaya hidup penghuni kota ini, menurut seorang peneliti sosial mengatakan bahwa warung kopi sebuah laboratorium sosial yang menyediakan informasi luar biasa. menyimak dengan benar orientasi peminum kopi tentunya tidak mudah, perlu sebuah instrument survey yang mudah dipahami dan valid.
Penunjung warung kopi bermacam macam profesi , kumpulan pebisnis, wartawan, supir, pengamen dll...ups yang menarik lagi ternyata PNS juga doyan lho, terutama pada saat jam kerja. nah ini juga fenomena aneh dan nyata, kapan kerjanya ye? tidak ingin membongkar aib para abdi negara ini karena mereka harusnya sudah sadar dan hati hati menngatur waktu untuk sekedar minum kopi.
Kisah Secangkir kopi tentunya sangat familiar terutama saat orang orang bercerita tentang dimana menemukan kota kopi yang indah, seduhan kopi dari ketel kuningan dan dihidangkan dalam cangkir menjadi ciri khas warung kopi di kota Pontianak. Bukan menjadi rahasia lagi setiap orang selalu berkumpul di warkop warkop sepanjang malam, pagi hari, siang dengan beraneka topik dan komunitas.. Budaya minum kopi dan menjadikan warkop sebagai media komunitas untuk berdiskusi dan ngobrol tentunya menarik, kehidupan yang santai dan bersahabat ini membuatku selalu teringat dengan warung kopi. Tiada promosi yang sangat wah seperti yang dilakukan starbucks atau sejenisnya, kesederhanaan lokasi menjadikannya lebih khas dan memiliki aura dan menarik penikmat penikmat kopi.. Pesanan dari Kopi susu, Kopi saring, Kopi tubruk dan penganan kecil seperti goreng pisang dan Bakwan semakin menambah cita rasa penikmat kopi. Dari sisi ekonomi jangan ditanya lagi walaupun dengan harga yang murah, namun perputaran uang sangat tinggi karena ramainya pembeli dan berbagai jenis transaksi yang dilakukan pada saat menikmati kopi, bolehlah dibilang bahwa ekonomi warung kopi juga bagian dari roda perekonomian kerakyatan, mengutip istilah para pemandai dan sering membuat konsep ekonomi.