Sekilas memang berbentuk rumah namun yang paling unik adalah rumah ini bisa berlayar mengarungi sungai dan danau danau di pedalaman Kalimantan barat, Kapal ini disebut kapal Bandong dan digunakan sebagai alat transportasi bagi masyarakat terutama didaerah daerah yang masih menggunakan transportasi air. Daya angkut kapal ini bervariasi dari 50 ton hingga 500 ton, selain sebagai alat transportasi Kapal Bandong juga berfungsi sebagai toko bergerak.
Dialog dan saling tukar pengalaman bersama tokoh nasional Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Keraton Jogja pada tahun 2007 mengawali gerakan pembelaan hak hak petani kecil dari kapitalisme Global. Kepedulian dan komitmen beliau terhadap nasib petani di Indonesia mendaulatkan beliau sebagai duta pangan oleh kelompok sipil Indonesia. Bersama sahabat sahabat aktivis organisasi masyarakat sipil (NGOs) dari berbagai jaringan di Indonesia kami disambut dengan ramah dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan keprihatinan terhadap kehancuran dan kemiskinan yang dialami petani.
Persoalan persoalan petani bukan hanya menjadi persoalan bangsa tetapi menjadi bagian dari sisi kemanusiaan manusia diseluruh jagad ini, bayangkan saja kalau saat ini mereka sudah tidak lagi memproduksi pangan karena hak hak atas pangan dikuasai oleh segelintir orang apa yang akan terjadi dengan kita?pangan adalah barang mutlak dan selalu diperlukan setiap saat, untuk itu kita harus membangun gerakan yang terarah dan memiliki jaringan perjuangan yang solid, demikian pesan yang disampaikan beliau dalam perteman tersebut.
(Rasdi Wangsa, Agung prawoto, Indro surono, Lorens, Syafrudin Simeuleu, Saur Tiur situmorang, Kominta purba, Kawan Cevil jogja)
Berawal dari rasa ingin tahu tentang potensi yang tersimpan di bukit belakang mess akhirnya kami memutuskan untuk mengisi kegiatan siang hari ini dengan melakukan eksplorasi bukit Lanjak, perjalanan dimulai dari kaki bukit menyusuri jalan setapak yang biasa dilewati oleh peladang dan penoreh karet dikaki bukit. melewati bebatuan yang licin dan basah karena habis hujan pagi tadi membuat kami harus hati hati. Sepanjang jalan kami menemukan keanekaragaman jenis pohon, angrek dan berbagai jenis buah hutan. owh aku sempat tergelincir ditanjakan terakhir diantara dua batu besar, untungnya tanganku masih cukup kuat menggapai akar yang menggelayut dipohon.
sekitar 1 jam kami sudah mencapai puncak bukit dan menyaksikan pemandangan dibawah, berdiri diantara banir banir pohon dan merasakan sejuknya udara pegunungan membuat rasa lelah dan penat hilang.sepanjang perjalanan kami masih bisa ngobrol dan berbagi cerita tentang pohon dan kebiasaan yang dialami ketika berada di hutan. Sambil berjalan juga kami mengumpulkan specimen tumbuhan dan memasukkannya dalam kantong plastik besar untuk dibawa pulang dan melanjutkan identifikasinya dirumah.
Tak terasa hari semakin sore dan kami terpaksa harus pulang untuk menghindari malam....
sekitar 1 jam kami sudah mencapai puncak bukit dan menyaksikan pemandangan dibawah, berdiri diantara banir banir pohon dan merasakan sejuknya udara pegunungan membuat rasa lelah dan penat hilang.sepanjang perjalanan kami masih bisa ngobrol dan berbagi cerita tentang pohon dan kebiasaan yang dialami ketika berada di hutan. Sambil berjalan juga kami mengumpulkan specimen tumbuhan dan memasukkannya dalam kantong plastik besar untuk dibawa pulang dan melanjutkan identifikasinya dirumah.
Tak terasa hari semakin sore dan kami terpaksa harus pulang untuk menghindari malam....
Hamparan hutan rawa basah mendominasi kawasan Danau Sentarum, betapa tidak seperti lekukan lembut diantara hijauan rimbun dan menggambarkan relief bumi begitulah kalimat yang pas menggambarkan sungai penghubung diantara danau danau besar.
Keunikan kawasan ini dibuktikan dengan hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia.
Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan Linut (sundasalanx cf. microps) berukuran 1-2 sentimeter dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan Tapah dari genus Wallago.
Adapun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga, misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat. Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau Arwana (scleropages formosus) dan dan Ulang-uli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan, serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.
Keunikan kawasan ini dibuktikan dengan hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia.
Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan Linut (sundasalanx cf. microps) berukuran 1-2 sentimeter dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan Tapah dari genus Wallago.
Adapun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga, misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat. Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau Arwana (scleropages formosus) dan dan Ulang-uli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan, serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.

