![]() |
| Ilustrasi, Sumber: http://www.thejakartapost.com/ |
mari kita mulai buka diskusi ini : apakah saat ini kita telah puas dengan apa yang terjadi di bumi borneo?atau lebih khusus lagi di Kalimantan barat? atau lebih khusus lagi di daerah orang dayak?kujawab perlu mempertanyakan eksistensi dan masih adakah kedaulatan orang Dayak atas sumberdaya yang dimilikinya dari keiatan pembangunan yang notabene di kabupaten dan di propinsi yang dipimpin oleh orang dayak sendiri?
Dayak bukanlah kelompok ekslusive dan Memiliki identitas budaya tidak berarti harus menonjolkan primordialisme, tetapi dimaksudkan untuk berpegang teguh pada identitas budaya. Identitas budaya ini merupakan wajah unik seseorang atau sekelompok masyarakat yang mencerminkan wajah jiwa dan tingkat pencapaian intelektualitas yang dikenal sebagai local wisdom.
Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum...pesona yang tak pernah redup, Kawasan ini merupakan salah satu kawasan lahan basah dan diakui oleh dunia (Ramsar site), Kawasan Taman nasional Danau Sentarum terdiri dari danau danau yang terhubungkan oleh sungai sungai kecil dan dikelilingi oleh pegungan yang menjadi pembatas negara Indonesia dan Malaysia. Bagaikan mangkuk raksasa dengan potensi keanekaragaman hayatinya. Kawasan taman nasional danau sentarum memiliki keunikan dan memiliki jenis ikan air tawar terlengkap didunia.
Bukit Semujan merupakan salah satu bagian dari gugusan perbukitan yang mengelilingi Danau Sentarum, Bukit ini merupakan bagian dari ekosistem rawa dan menjadi daya tarik tersendiri bagi kita yang melintasi danau sentarum. Bagian dari kaki bukit merupakan hutan rawa basah dengan keanekaragaman hayati tinggi, disinilah salah satu habitat orang utan (pongo pigmeus pigmeus) dan menjadi koridor yang menghubungkan dengan kawasan penyangga danau sentarum. Dibagian puncak perbukitan kita akan menjumpai gua gua batu dan beberapa titik seperti batuan kapur, satu potensi yang bernilai tinggi juga dimiliki perbukitan ini yakni gua gua walet.
Danau sentarum selalu kaya dengan cerita, potensi ikan yang luar biasa memberikan penghidupan masyarakat di sekitar dan didalam kawasan, selain dijual sebagai produk segar, ikan-ikan diolah menjadi ikan asin. Ikan-ikan asin ini merambah pasar lokal hingga Malaysia, orang kadang lupa darimana asal muasal ikan asin berkualitas ini. Jenis ikan yang diasinkan beragam mulai dari jenis ikan toman, lais, biawan dan masih banyak lagi. Ikan ikan ini diolah dari ikan segar , dibersihkan dan direndam dengan garam kemudian dikeringkan melalui penjemuran langsung sinar matahari.
Musim panen padi ladang telah tiba di setiap bulan januari - februari 2012. Sebuah penantian panjang para peladang, setelah menunggu lima sampai enam bulan akhirnya bulir bulir padi sudah matang. Berladang merupakan kegiatan utama masyarakat Dayak di Kalimantan terutama di wilayah perbatasan lintas utara Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu, pola pertanian masih dilakukan dengan tradisional dan berbasis pengetahuan lokal (kearifan), hasil panen padi ladang biasanya dipakai untuk konsumsi sendiri dan cadangan pangan pada tahun berikutnya (subsisten). Lokasi perladangan mereka biasanya pada lahan kering dan dilakukan secara bergilir, pegiliran perladangan terjadi lima sampai sepuluh tahun. Sehingga dipastikan bahwa nyaris tidak ada lahan baru yang dibuka kecuali hutan muda (bawas) yang pernah dijadikan lahan beberapa tahun sebelumnya.
Putussibau, 19 februari 2012
Danau Buak di Desa Bika Nazareth Kecamatan Bika kabupaten Kapuas hulu potensi ekowisata yang masih tertidur. Danau ini hampir sama seperti danau danau lainnya dikawasan hutan rawa basah di Kalimantan, menyimpan pesona alami dengan potensi ikan, pemandangan danau, dan berbagai jenis flora faunanya. Dari kejauhan kanopi pohon pohon seperti membentuk garis yang lurus dan menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa burung seperti burung elang, burung pecuk udang(king fisher) dll. Sekali sekali masih kelihatan kelompok enggang dan kelelawar besar melintas menjelang sore hari.
Perjalanan menuju Danau Bika hanya ditempuh dalam waktu 45 menit dari kota Putussibau kabupaten Kapuas hulu melalui jalur darat dan bisa juga menggunakan speed boat dan sejenisnya melalui sungai Kapuas. Danau ini ditetapkan sebagai kawasan lindung oleh masyarakat adat Dayak Kantuk dan hanya bisa dimanfaatkan secara terbatas misalnya menangkap ikan dengan jaring, pancing dan jenis pukat.
Jika inin menginap tersedia homestay dan penginapan sederhana mirip rumah betang Dayak yang bisa menampung ratusan orang..wow walaupun sederhana dan alami masyarakat setempat memberikan garansi keamanan dan kenyamanan. soal makanan sangat mudah didapatkan, bila ingin menyediakan sendiri makanan sudah tersedia peralatan dapur dan bisa mendapatkan makanan dari masyarakat seperti beras kampung, berbagai jenis sayuran, ayam dan ikan tentunya bisa menangkap sendiri dengan memancing didanau. Biaya untuk penginapan sangat murah ...untuk sebuah homestay bisa menampung 15 orang hanya membayar Rp.150.000,
Hari telah sore dan kakiku masih berat untuk kembali ke Putussibau , pesona danau di sore ini memberikan kesegaran pikiran dan niat untuk kembali lagi.....
Danau Buak di Desa Bika Nazareth Kecamatan Bika kabupaten Kapuas hulu potensi ekowisata yang masih tertidur. Danau ini hampir sama seperti danau danau lainnya dikawasan hutan rawa basah di Kalimantan, menyimpan pesona alami dengan potensi ikan, pemandangan danau, dan berbagai jenis flora faunanya. Dari kejauhan kanopi pohon pohon seperti membentuk garis yang lurus dan menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa burung seperti burung elang, burung pecuk udang(king fisher) dll. Sekali sekali masih kelihatan kelompok enggang dan kelelawar besar melintas menjelang sore hari.
Perjalanan menuju Danau Bika hanya ditempuh dalam waktu 45 menit dari kota Putussibau kabupaten Kapuas hulu melalui jalur darat dan bisa juga menggunakan speed boat dan sejenisnya melalui sungai Kapuas. Danau ini ditetapkan sebagai kawasan lindung oleh masyarakat adat Dayak Kantuk dan hanya bisa dimanfaatkan secara terbatas misalnya menangkap ikan dengan jaring, pancing dan jenis pukat.
Jika inin menginap tersedia homestay dan penginapan sederhana mirip rumah betang Dayak yang bisa menampung ratusan orang..wow walaupun sederhana dan alami masyarakat setempat memberikan garansi keamanan dan kenyamanan. soal makanan sangat mudah didapatkan, bila ingin menyediakan sendiri makanan sudah tersedia peralatan dapur dan bisa mendapatkan makanan dari masyarakat seperti beras kampung, berbagai jenis sayuran, ayam dan ikan tentunya bisa menangkap sendiri dengan memancing didanau. Biaya untuk penginapan sangat murah ...untuk sebuah homestay bisa menampung 15 orang hanya membayar Rp.150.000,
Hari telah sore dan kakiku masih berat untuk kembali ke Putussibau , pesona danau di sore ini memberikan kesegaran pikiran dan niat untuk kembali lagi.....

.jpg)
