Publik Indonesia kembali heboh dengan sejumlah kejadian yang
langka di dunia, Korupsi partai politik adalah berita biasa dan sering terjadi
di Indonesia. Sebab musabab korupsi pasti selalu terkait dengan kelakuan
politisi dan mehalnya biaya politik di negara ini. Istilah korupsi sudah
dipahami oleh masyarakat bahkan anak anak pun sudah terbiasa mendengar kata
ini. Menurut wikipedia Korupsi atau rasuah (bahasa
Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna
busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik,
menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun
pegawai
negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak
wajar dan tidak legal
menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk
mendapatkan keuntungan sepihak[1].
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis
besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
- perbuatan melawan hukum,
- penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
- memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
- merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
![]() |
| Ilustrasi, Sumber: http://www.spi.or.id/ |
Meskipun telah ada komitmen dan
program untuk mengurangi angka kelaparan, namun persoalan kelaparan masih
merupakan tantangan besar. Laporan FAO memperkirakan adanya 852 juta penduduk
dunia kekurangan pangan selama tahun 2000 - 2002. Sebagian besar penduduk
kelaparan itu tinggal di negara-negara sedang berkembang, yakni 815 juta orang.
Sekitar 75 persen dari mereka yang lapar adalah penduduk pedesaan. Laporan FAO
tahun 2005 bahkan mengungkap fakta tragis tentang kelaparan dan kurang gizi
yang membunuh hampir 6 juta anak-anak setiap tahunnya. Peta Kerawanan Pangan
Indonesia tahun 2005 menunjukkan adanya 100 kabupaten rawan pangan dari 265
kabupaten di Indonesia.
SUSENAS 2003 mencatat adanya
sekitar 5,1 juta (27,5%) anak balita yang kekurangan gizi. Departemen Kesehatan
mencatat adanya 2,5 juta (40,1%) ibu hamil dan 4 juta (26,4%) perempuan usia
subur yang menderita anemia.
Kenyataan yang menunjukkan bahwa
jumlah pendud


