Perjalanan kali ini dipersiapkan dengan baik, tercatat dalam agenda 19 Maret 2015 berangkat dari Pontianak menuju Ketapang. Team Panzer menurut istilah temanku Adhie Prasetyo yang bangga sekali ingin menggunakan mobil offroadnya menjelajah jalur timur di Kabupaten Ketapang. Komposisi team cukup lengkap, kami bertiga (Lorens, Tito dan Adhie) dengan satu srikandi tangguh Ilahang sangat percaya diri untuk menyelesaikan survey potensi hasil hutan non kayu di sekitar Taman Nasional Gunung Palung.
Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu Taman Nasional yang memiliki kekayaaan hayati sangat tinggi dengan luas 90.000 ha . Terbentang dari kecamatan Matan hilir Utara, Sandai, Nanga Tayap, Simpang hilir di Kabupaten Ketapang dan kabupaten Sukadana.
Taman Nasional dengan ketinggian diatas 1000 meter dpl, merupakan habitat orangutan pigmeus wombii, bekantan dan beberapa jenis fauna yang dilindungi.
Kawasan ini berbatasan langsung dengan kawasan kawasan masyarakat yang sejak jaman dulu telah menghuni dan menempati kampung, desa dan jalur sungai dan berkonflik dengan Taman Nasional terutama dalam hal tenurial claim . Misi perjalanan kami adalah ingin mengetahui tentang kondisi potensi pemanfaatan sumber daya hutan selain kayu yang lestari dan menjadi resolusi konflik yang terjadi antara Pemerintah dan Masyarakat Adat disekitar hutan.

Mewakili kondisi beberapa desa lainnya kami akhirnya memilih desa Sampurna untuk dijadikan lokasi penelitian, Desa Sampurna merupakan salah satu desa yang berada didalam dan berbatasan langsung dengan TNGP. Masyarakat desa Sampurna berasal dari etnis Melayu dan telah mendiami wilayah ini sejak jaman nenek moyangnya, sumber penghidupan sebagai petani seperti padi, tanaman perkebunan dan jenis jenis usaha agroforestry lainnya menjadi andalan dan sumber income mereka.
Kami sedih karena Pemerintah belum memberikan solusi bagaimana status kepemilikan lahan kami dikemudian hari, kami selalu dipantau dan dilarang untuk menebang hutan namun solusi untuk merubah sumber penghidupan diluar hutan tidak pernah difasilitasi, demikian keluhan Kepala Desa , saat kami berkunjung kerumahnya.

Karet (Hevea braziliensis) merupakan komoditi unggulan yang dikembangkan dan dimiliki oleh masyarakat di Desa Sampurna khususnya di dusun Sawah yang berada didalam kawasan TNGP. Luas perkebunan karet masyarakat sekitar 1000 Ha telah ditanam sejak dulu dan masih produktif. Pola perkebunan yang dikembangkan adalah model agroforestry, dimana kebun karet dibudidayakan dengan tanaman lainnya dan akhirnya seperti kawasan hutan.
Jembatan gantung menuju Dusun Sampurna

jembatan gantung
Akses ke desa Sampurna ditempuh dari kecamatan Sandai menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, menyusuri jalanan tanah yang masih berlobang dan kubangan lumpur membuat perjalanan ini seperti offroad event. Istimewa banget karena tidak ada manipulasi medan . Setelah menempuh perjalanan darat kami harus menyeberangi sungai Laur. Penyeberangan sungai keren banget dengan jembatan gantung yang telah dibangun sejak tahun 1998. Jembatan ini satu satunya yang menghubungkan desa Sampurna dan dipakai oleh masyarakat, Sedikit goyangan saat menyeberang apalagi berpas pasan dengan sepeda motor. Goyang dumang kata kawanku.....













Fenomena umum disaat musim kemarau tiba adalah asap yang diakibatkan oleh kebakaran lahan hutan dan gambut di Indonesia, kerugian yang ditimbulkan oleh gangguan asap buka hanya diwilayah kejadian tetapi merambah sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapore. Tidak jarang Indonesai dipermalukan dan dituduh sebagai penyumbang polusi terparah di regional Asia.
Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya dalam aspek ekonomi seperti tergangunya sistem transportasi, meningkatnya kawasan yang terbakar , meningkatnya penderita penyakit pernafasan dan kehlangan material.
Kebakaran hutan dan lahan juga memusnahkan habitat dan keanekaragaman jenis sumberdaya hayati terutama kawasan hutan rawa gambut .
Kerugian ini tak akan terbayarkan dan bersifat irreversibel atau sulit untuk pulih, sebagai contoh gambut memegang peranan penting dalam sistem hidrologi alam , kemampuan gambut dalam menyimpan air sangat tinggi dibandingkan dengan tanah. Kehilangan gambut akibat kebakaran setiap tahun semakin tinggi.
Pengeringan hutan gambut oleh pemerintah Indonesia di hutan gambut kalimantan untuk dijadikan lahan pertanian telah menyebabkan tingginya angka kebakaran hutan gambut. Kebakaran besar terjadi tahun 1997-1998 dan 2002-2003.
Sebuah studi dari European Space Agency mengemukakakn bahwa hutan gambut memiliki potensi sebagai penyerap karbon planet. Kebakaran pada tahun 1997-1998 telah melepaskan hungga 2.5 miliar ton karbon, dan kebakaran tahun 2002-2003 telah melepaskan antara 200 juta hingga 1 miliar ton karbon, ke atmosfer. Perkebunan kelapa sawit diKalimantan berperan besar dalam proses pengeringan hutan gambut yang menyebabkan karbon terlepas dari lahan gambut. Penyelamatan hutan gambut diketahui dapat mencegah terlepasnya karbon lebih banyak per satuan luas dibandingkan usaha pencegahan deforestasi, dan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.[1] Indonesia memiliki 50% hutan gambut di wilayah tropis dan 10% hutan gambut dunia.[2]
Betapa pentingnya fungsi gambut maka Pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang pencegahan kebakaran dilahan gambut.
peraturan pemerintah tentang ekosistem gambut salah satu mandat dari Undang-undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tujuannya, menahan laju kerusakan kawasan ekosistem ekosistem gambut.
Apakah dengan peraturan ini semua persoalan selesai? ternyata kebakaran gambut dan pelanggaran aturan secara kasat mata masih terjadi dan mengakibatkan kebakaran dan asap berkepanjangan. Pertanyaa publik dan negara negara lain terhadap keseriusan Pemerintah Indonesia didalam menangani isyu lingkungan sangat wajar. Fakta dilapangan membuktikan bahwa kehilangan gambut dan kekeringan diakibatkan oleh ulah pembangunan terutama sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan.
Penerbitan ijin konsesi pada lahan gambut dan membuat drainase atau kanal telah mengakibatkan kekeringan. Gambut adalah akumulasi dari unsur vegetasi yang membusuk sebagian. Gambut umumnya terbentuk di area rawa, disaat tumbuhan tersebut tidak dapat sepenuhnya membusuk oleh karena kondisi asam dan anaerobik. Gambut biasanya terbentuk dari vegetasi rawa, sebagai contoh pohon-pohonan, rumput-rumputan, dan jamur, dan juga beberapa tipe bahan sisa-sisa organik, seperti serangga dan bangkai hewan.
Gambut terbentuk dalam ribuan tahun, berkembang dengan pertumbuhan sekitar satu milimeter per tahun, yang jika dalam kondisi tepat, merupakan tahapan awal terbentuknya batu bara , ingat bahwa kerusaka gambut tidak bisa dipulihkan.
Apakah Bencana Kebakaran ini berakhir setelah api padam dan asap hilang? tentunya tidak , perubahan kehilangan pengatur keseimbangan air ini berkepanjangan. Seiring hilangnya sabuk pengaman atau gambut, maka interusi air laut kedaratan semakin jauh, demikian juga dengan air tanah semakin menghilang bahkan bisa mengakibatkan bankir bandang pada musim penghujan.
Perubahan ini akan mengakibatkan bencana ekologis dan sulit untuk dibayangkan setiap tahun kita akan kehilangan daratan dan lahan lahan pangan yang produktif karena kekeringan, interusi garam dan banjir.
Menurut artikel di National Geographic Studi baru memaparkan, sepanjang 100 tahun belakangan ini ketinggian permukaan laut telah meningkat secara berkala.
Temuan ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menujukkan bahwa sejak 6.0000 tahun ini, tidak pernah permukaan laut meningkat lebih dari 20 centimeter. Namun hal itu terpecahkan semenjak 200 tahun ini. 

“Berdasarkan catatan peningkatan ketinggian air laut, sepanjang 100 tahun ini air laut memang semakin tinggi 20 centimeter,” papar Kurf Lambeck dari Research School of Earth Sciences dan Australian National University.

Lambeck tidak menemukan catatan geologi peningkatan air laut hingga setinggi ini sejak 100 tahun terakhir. Lambeck dan rekannya juga menegaskan bahwa fluktuasi alami di permukaan laut selama 6.000 tahun telah berakhir.

Hanya ada satu tempat yang tersisa di Asia Tenggara, membentang melintasi batas Indonesia, Malaysia dan Brunei serta menjangkau hingga kaki bukit dan dataran rendah yang secara ekologis terkait dimana hutan masih dapat dikonservasi dalam skala yang sangat luas. Hutan hujan seluas 220,000 kilometer persegi yang saling terhubung, terdiri dari jaringan kawasan konservasi dan kawasan budidaya yang dikelola secara berkelanjutan, untuk memastikan perlindungan serta pengawetan keanekaragaman hayati dan sumber air bagi kemaslahatan para pihak di tingkat lokal, nasional dan internasional. Kami menyebut kawasan tersebut sebagai Heart of Borneo, sebuah jantung kehidupan.
Hutan di Heart of Borneo adalah salah satu tempat di dunia dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan tersebut juga menjadi salah satu dari dua tempat di dunia dimana Orang Utan, Gajah Asia dan Badak Sumatera hidup bersama. Sekitar 34% dari flora dan fauna tersebut hanya dapat kita temui di Pulau Borneo atau kita kenal sebagai Pulau Kalimantan.  Dalam waktu 10 tahun terakhir telah ditemukan 361 spesies baru, dan hingga saat ini penemuan baru terus terjadi. Selama puluhan tahun Borneo menjadi magnet bagi ilmuwan dari berbagai belahan dunia untuk mengeksplorasi keragaman hayati. demikian menurut catatan WWF Indonesia,
Mengalami perjalanan dan tinggal dijantung Kalimantan merupakan kemewahan dan keberuntungan bagiku, betapa tidak hampir separuh pekerjaan konservasi bersama masyarakat kulakukan disana di Heart of Borneo. 
Suasana pagi yang masih menyisakan embun dan kicauan burung bagaikan paduan suara mengawali pagi disana, dingin pagi ini membuat hidup mewah dengan oksigen tanpa polusi gratis yang disediakan alam bagi kita.
nuansa pagi
Danau Sentarum, sebuah surga di Jantung Borneo
Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu kawasan penting yang ada di jantung Borneo , kawasan ini terkenal dengan keanekaragaman hayati dan karakteristik lahan basah dunia, seluas 132 ribu Ha, kawasan ini menyimpan banyak pengetahuan dan memiliki nilai penting bagi dunia. 
Menurut penelitian yang telah dilakukan Berdasarkan data yang tercatat, hingga saat ini terdapat 675 (species) yang tergolong dalam 97 suku (familia). Dari jumlah tersebut 33 jenis merupakan jenis endemic dan 10 jenis merupakan jenis baru. Data-data tersebut belum seluruhnya terinventarisir terutama jenis pohon yang berada dihutan dataran rendah perbukitan, kemudian jenis-jenis anggrak dan jenis parasit.
Jenis tumbuhan yang ada antara lain : Dichilanthe borneensis, Menungau (Vatica menungau), Putat (Baringtonia acutangula), Kayu Tahun (Carallia bracteata), Rangas (Gluta rengas), Kawi (Shorea balangeran), Ramin (Gonystylus bancanus), Ransa (Eugeissona ambigua) dan sebagainya. fantastik bukan?
 Cerita kali ini mau berbagi beberapa kisah perjalanan kesana , Perjalanan ke Danau Sentarum bisa ditempuh dari kota Putussibau menuju kecamatan Batang Lupar atau lebih dikenal dengan Lanjak menggunakan kendaraan darat mobil atau sepeda motor. Lama perjalanan 3 jam dengan kondisi jalan mulus, menyusuri jalan ke perbatasan lintas utara menuju Sarawak . 
Dari Lanjak kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan speed boat atau long boat diwaktu air danau pasang, hampir 80 persen kawasan Taman Nasional Danau Sentarum adalah kawasan basah . Namun pada musim kemarau hamparan danau yang maha luas itu bisa kering bak gurun pasir dan bisa ditempuh dengan sepeda motor.
Menyusuri Sui Labian ke Melemba



Alternatif lain saat kemarau menggunakan long boat menyusuri sungai Labian (menurut Iban dan Embaloh), seungai Leboyan (menurut Melayu). Sungai Labian Leboyan ini adalah satu satunya sungai yang menghubungkan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun. Sebagai koridor biologi sungai ini sangat penting bagi habitat dan migrasi ikan dan satwa lainnya. 
Rumah Lanting


menggunakan speed boat
Rumah Lanting merupakan salah satu bentuk rmah mobile masyarakat di kawasan Danau Sentarum terutama nelayan nelayan yang selalu berpindah pindah pada musim tertentu, Perpindahan ini sangat unik, mengikuti musim ikan dan selalu dilakukan secara berkelompok.
Sebagian besar masyarakat menangkap ikan dengan peralatan sederhana dan memperoleh penghasilan dari menjual ikan segar dan produk olahan seperti ikan asin dan kerupuk.
sungai rawa gambut
Bagi para penikmat ikan air tawar , memancing dan merasakan kelezatan ikan air tawar seperti jenis Tapah, Toman, Lais dan sebagainya Danau Sentarum adalah tempatnya. hattrick tarikan liar joran pancingmu tak akan pernah terbayangkan dan membayar lelahnya perjalanan. Jika kondisi air bagus kita bisa menyiapkan bumbu terlebih dahulu atau menjerang kuali , kemudian menebar jala, melemparkan joran atau mengangkat bubu , Ikan pasti dapat dan bisa dipilih mau yang bersisik atau yang polos..weeeeh luar biasa bukan?
Disisi lain kita akan terpukau dengan kearifan lokal pemanfaatan hasil hutan disana, masyarakat yang hidup dalam kedamaian , kerukunan walaupun berbeda agama dan etnis menjadi jawaban atas kekerasan yang mengatasnamakan perbedaan yang terjadi setiap hari diluar sana.
Lanting


Add caption


Pakaian Adat suku Dayak Iban

Bagai kisah seribu satu malam , cerita tentang kehidupan masyarakat di Danau Sentarum penuh dengan etika , beradat dan mencintai alamnya karena mereka dimanjakan alam dengan kelimpahan kekayaannya.
Namun kisah ini bisa berakhir pada saat ancaman terhadap kondisi kawasan semakin tinggi terutama dari kegiatan eksploitasi hutan dan kawasan penting menjadi perkebunan kelapa sawit.
Kegelisahan ini beralasan karena dibagian utara dan merupakan sumber air kawasan Danau Sentarum Pemerintah telah memberikan ijin perkebunan kepad Sinar Mas Group. Perubahan drastis kondisi air dan berkurangnya ikan dari tahun ketahun disinyalir merupakan efek dari aktivitas aktivitas tersebut,
menari

tarian Iban

Perjalanan akhirnya berakhir di Desa Melemba tepatnya diperkampungan Iban , senyum ramah dan sikap bersahabat membuat nyaman seperti dirumah sendiri. Pemukiman Dayak Iban dikenal dengan Rumah Panjang (Long House) atau dalam bahas lokalnya Betang. Pola rumahnya adalah sebuah kesatuan dan hanya dipisahkan oleh sekat bilik setiap keluarga. Bagian depan terdiri dari lorong luar dan lorong dalam dan bersambung.
Rumah panjang melambangkan solidaritas dan kebersamaan yang tinggi sesama penghuni rumah, mereka hidup harmonis dan disatukan oleh adat istiadat.
Rasa pegal hilang dengan duduk selonjoran dengan segelas tuak dan gemulai tarian Iban..





Masa muda adalah masa yang sangat indah dan berkesempatan untuk belajar, nuansa ceria dan dinamis menjadi karakter usia keemasan ini. generasi dengan usia remaja inilah yang berada pada titik kritis dan menentukan masa depan bangsa ini.
Sudah menjad cerita umum apabila sekarang orang mengkuatirkan kelakuan generasi muda atau remaja ini, pergaulan bebas dan melanggar tabu bahkan menjadi icon kebebasan mereka terutama dikota kota besar.
Patroli di hutan desa

Tidaklah demikian dengan teman teman muda dari Manjau , Desa Laman Satong Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat. Dari daratan Borneo mereka telah berkomitmen untuk belajar dan menjaga hutan desa mereka.
Tanggungjawab untuk mengelola kawasan hutan desa ini tidak terlepas dari keberhasilan generasi tua di Manjau yang menanamkan kecintaan terhadap hutan didalam kehidupan sehari hari, kami telah memberikan tanggungjawab kepada mereka untuk menjaga hutan bagi generasi mendatang , demikian menurut Pak Yohanes Terang
Hutan desa Laman Satong seluas 1070 Ha telah ditetapkan oleh Menhut Nomor 493/II-2011  ,
Dimulai sejak Tahun 2010 , Laman Satong sebuah desa dengan 400 KK mengajukan jin kelola hutan desa, membentuk unit pengelola yang bertanggungjawab untuk melakukan patroli hutan, mengawasi perubahan perubahan, dan mengelola pembagian manfaat jasa lingkungan . Bak mempuh perjalanan panjang , proses pengajuan pengelolaan hutan desa bukan perkara mudah dan memerlukan waktu, tenaga , kesabaran . Kami sangat gembira saat ini sudah memiliki kepastian hak pengelolaan sehingga kami bisa tidur dan tidak takut hutan kami ditebang oleh pelaku kejahatan hutan dan perusahaan perusahaan besar.
Hutan ini memberikan manfaat luar biasa , sumber air bagi kebutuhan hidup sehari hari, mengairi sawah dan untuk semua keperluan lain, duit tidak akan artiya ketika kita tidak lagi memiliki air untuk melangsungkan hidup ini, demikian menurut Dogol ketua Lembaga kelola Hutan desa Manjau
Memasang patok Hutan Desa


Kegiatan patroli dilakukan setiap bulan, tujuan patroli ini untuk mendeteksi ancaman dan kondisi kawasan hutan yang mereka kelola, jalur patroli disesuaikan dengan kondisi lapangan . kegiatan ini dilakukan berkelompok sejumlah 5-7 orang setiap kelompok. Temuan temuan dilapangan dicatat didalam tabel patrol dan dikompilasi menjadi laporan bulanan, apabila menemukan ancaman maka mereka menyampaikan kepada pihak yang berwajib seperti Kepala adat, Kepala Desa .
Salah satu tindakan yang pernah dilakukan adalah mengusir para pemburu burung yang memasuki kawasan hutan desa Manjau pada tahun 2013, mereka menyita peralatan dan melepaska hasil tangkapannya. Tindakan yang diambil diharakan memberikan efek jera bagi pelaku


Semangat muda dan kreativitas kaum muda ini dapat dilihat dari pendolumentasian yang lengkap tentang kondisi kawasan hutan mereka melalui pengambilan foto bentang alam secara berkala (Fix photo point) dan membantu Pemerintah dalam  pembangunan didesa,  saat ini pemerintah desa mendukung kegiatan pegelolaan hutan desa dengan memberikan anggaran dana pembangunan desa , menerbitkan peraturan desa yang menjadi dasar bagi lembaga kelola untuk mengimplementasikan rencana pengelolaan.


Saat ini mereka semakin yakin hutan desa memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi masyarakat disekitar kampung untuk menjaga hutan. Dua tahun terakhir hutan desa Manjau banyak dikunjungi oleh peneliti, LSM, Pemerintah . Menurut informasi yang mereka dapatkan dari kunjungan pihak luar ternyata pengelolaan hutan desa ini menjadi salah satu model pelibatan masyarakat didalam mengurangi dampak kerusakan hutan dan menekan pelepasan Karbon...owh istilah yang masih asing bagi orang kampung dan sering terdengar merdu di seminar seminar intelektual saat ini


Masih terasa jetlag pesawat ketika aku mendarat di Ho chi Minh , ibukota Vietnam. Sore itu cuaca cukup cerah dan terasa panas. Kota ini sepintas mirip kota kota besar lainnya di Asia, namun satu yang menarik dari pengamatan sore ini yakni kendaraan yang berseliweran dan terkesan semrawut seolah olah menandakan kesibukan warga kota. Pengendara motor memacu motor motornya diantara mobil dan mereka cukup gesit dan tidak begitu laju.
Jadi ingat kotaku juga dimana kendaraan motor mendominasi jalanan kota dan nekad menyerempet sana sini..helm yang dipake masih dibawah standart SNI celoteh temanku, hehehehe memang bener helm cuma nangkring dikepala bukan helm standart (helm krupuk).
kesan pertama kesemrawutan ini terbayar dengan kenikmatan makanannya..pe'ng (mie tiaw rebus) yang luar biasa lezatnya. Kepenatan sore terbayar dengan semangkuk mie dan seduhan teh hangat yang disuguhkan oleh penjaga warung tepi jalan ini, Cita rasa masakan vietnam sepertinya akan menjadi objek utama beberapa hari kedepan.
Setelah istirahat sekitar 3 jam kami balik lagi ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Hanoi, perjalanan ke Hanoi menggunakan Air Bus Vietnam Airlines dalam waktu 3 jam, lumayan capek duduk manis di pesawat. Setelah melewati check in kami aku langsung bergegas menuju pesawat mengikuti penumpang lainnya. Agak rame dan penerbangan klass ekonomi menarik karena bisa melihat bagaimana para penumpang membawa berbagai macam barang bawaan diluar bagasi.
Perjalanan Air Bus VAL segera dimulai, gemuruh mesin pesawat meraung dan mulai bergerak dilandasan pacu bandara Ho Chi Minh, terasa cukup dingin dan take off cukup mulus. sekilas dibalik jendela bentang alam Ho chi minh dan kawasan kawasan yang mengelilinginya menjadi pemandangan yang indah, lampu lampu kota seperti semakin redup seiring dengan bertambahnya ketinggian pesawat.
Pukul 10 malam pesawat telah mendarat di Hanoi dan aku keluar bandara untuk mencari taksi menuju hotel yang telah dipesan oleh panitia seminar. sudah mulai terasa kantuk namun karena daerah ini masih asing sanat sayang untuk dilewatkan.

Hanoi disaat malam seperti geliat kota bertumbuh, jajanan pinggir jalan dan pasar malam yang menawarkan aksesoris dan berbagai macam barang oleh oleh, Indonesia apa kabar begitu mereka menyapaku saat memasuki sebuah kios kaos kaos murah yang menggambarkan vietnam...aku tertarik dengan tsirt warna merah dengan gambar palu arit dan dibawahnya ada foto Ho Chi Minh , legenda tokoh pergerakan komunis ini sangat mempesona dan luar biasa...
Nama aslinya adalah Nguyễn Sinh Cung, dan juga dikenal sebagai Nguyễn Tất Thành, Nguyễn Ái Quốc (sebuah nama yang sering digunakan orang lainnya juga), Lý Thụy, Hồ Quang dan akrab dipanggil Bác Hồ (paman Hồ) di Vietnam. Kota Saigon yang dulunya merupakan ibukota Vietnam, diganti menjadi kota Ho Chi Minh untuk mengenang jasanya.

Ho Chi Minh dilahirkan pada 19 Mei 1890 di Hoang Tru dengan nama asli Nguyen Sinh Cung, namun kemudian berganti nama menjadi Ho Chi Minh yang berarti "Dia yang menerangi". Ayahnya Ho bekerja di kekaisaran namun dipecat karena mengkritik kolonial Perancis yang ketika itu sedang menjajah Vietnam (atau di masa itu dikenal sebagai Perancis Indochina). Ibunya meninggal pada tahun 1901, setelah melahirkan anak keempatnya yang hanya bertahan hidup selama 1 tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah setempat tahun 1907, Ho dan saudara lelakinya pergi ke kota Hué untuk belajar di Franco-Vietnamese Academy. Namun, tiga tahun kemudian Ho meninggalkan tempat tersebut sebelum menyelesaikan pendidikannya dan bekerja sebagai guru sekolah di kota Phan Thiet.
Di tahun 1911, Ho pergi ke Saigon dan mendapatkan pekerjaan sebagai juru masak kapal uap Perancis. Selama dua tahun, dia berkeliling ke berbagai kota di Eropa, Amerika, dan Afrika hingga akhirnya menetap sementara di London. Pada akhir tahun 1916, Ho kembali ke Perancis untuk menemui rekan-rekannya yang kelak berperan dalam gerakan kemerdekaan Vietnam. Di tahun 1919, Ho menulis sebuah petisi yang menuntut diakhirinya ekploitasi koloni Perancis terhadap Vietnam. Petisi tersebut disampaikan dalam Versailles Peace Conference yang diselenggarakan di akhir Perang Dunia I. Walaupun petisi tersebut tidak diakui secara resmi, namun usaha Ho tersebut diketahui secara luas di Vietnam.
Sebagian besar sumber menyatakan bahwa Ho tidak pernah menikah selama hidupnya. Namun, beberapa buku menyebutkan Ho pernah menikah di Cina dengan seorang Bidan yang bernama Tang Tuyet Minh pada 18 Oktober 1926. Selain itu, sumber lain juga menyebutkan bahwa Ho berhubungan dengan beberapa wanita, yaitu Nguyen Thi Minh Khai (pemimpin Partai Komunis Indocina), Mao Tu Man (kolega Mao Ze Dong), dan beberapa wanita lainnya.

Ketika saya menanyakan tentang harga kaos tersebut, penjual toko menyebutkan nama Soekarno...Indonesia...saya bangga mendengar mereka tahu tentang Soekarno.

Perjalanan malam semakin seru karena terasa banget suasananya asyik, kafe kafe di tepi jalan dengan sejumlah pertunjukan musik dan pelayanan menarik. Pesanan Vietnam drift Coffee ..cita rasa kekentalan kopi pegunungan menjadi penghangat badan dikala malam, luar biasa dan pelengkap minuman ini selalu ada teh tawar hangat dan es batu.

owh ternyata ada juga budaya nyawer atau mengamen dibeberapa tempat makan malam, lagu bengawan solo yang dinyanyikan dengan musik tradisional Vietnam membuat kita bangga karena mereka hafal dan fasih menyanyikannya.

pemandangan gemerlap lampu taman di sekitar danau buatan membuat suasana semakin hidup dan kota kelihatan indah. pembangunan danau buatan ditemukan dimana mana dan dijadikan area publik seperti untuk santai, olahraga dan tempat warga kota dan turis turis berkunjung.

Berbagi Cerita Pembelajaran Mengelola Hutan antar Negara
Kesibukan pagi ini diawali saat melakukan registrasi pertemuan yang dilaksanakan oleh program support komisi Eropa dan diorganisir oleh Non timber forest product Network Philipina, Peserta dibagi berdasarkan negara, selain nama kami juga diberi lambang berdasarkan negara, sungguh menjadi kebanggan menenteng bendera kebangsaan dalam ruang konferensi ini.
Opening ceremony diawali dengan sambutan dari teman di Philifina yang menyatakan bahwa bencana topan yang terjadi hari ini di Philifina menewaskan banyak manusia dan meluluhlantakan peradaban merupakan indikator bahwa ancaman perubahan iklim sudah terjadi dan bukan hanya teori semata.

banyak hal yang mengemuka didalam konferensi ini, Indonesia mendapatkan kesempatan presentasi pada sessi ketiga setelah Vietnam dan Myanmar, inisiatif pengelolaan hutan disetiap negara memiliki persamaan prinsip dimana manusia membutuhkan hutan dan mereka telah bertumbuh dialam dengan peradaban yang dinamis. Kesamaan hal prinsip inilah yang ingin disuarakan bersama sama dalam konteks regional di Asia tenggara.

Cerita tentang kampung halaman dan kearifan lokal masyarakat adat di Indonesia seolah olah memberikan semangat baru bagi sesama, jika waktu tersisa banyak presentasiku tak akan selesai, mozaik pengetahuan dan sejumlah tantangan semakin menarik seiring dengan pertanyaan apa yang akan terjadi seandainya kita hanya menjadi penonton kerusakan hutan dan kehidupan disekitarnya?
sungguh ironis sekali bila kita hanya berharap kepada kekuatan luar untuk memperbaikinya, atau kita hanya meratap atau menggerutu?

Tak terasa konferensi hari pertama dilewati dengan suasana belajar bersama dan menggali informasi yang bisa menjadi inspirasi dimasing masing negara untuk mengelola hutan dan menggalang kerjasama komunitas.


Radakng Sahapm
Radakng (Long House) merupakan sebutan untuk rumah asli masyarakat adat Dayak Kanayatn, ciri khas yang menonjol dari Radakng ini adalah struktur bangunan terdiri dari beberapa bagian dan menyatu antara satu rumah dengan rumah lainnya. Maka tidak jarang sering disebut juga sebagai rumah panjang/ long house, Betang. Ciri lain dari bangunan ini adalah memiliki tiang tiang rumah yang tinggi sekitar 3 - 5 meter dari tanah dan memiliki bagian lorong luar dan dalam yang tersambung. Seperti yang kita lihat difoto ini adalah bagian depan dan biasanya disebut pante. Pante dipergunakan untuk berbagai aktivitas warga seperti untuk santai, untuk menjemur padi dan tempat upacara adat dalam skala besar.
Panjang rumah Radakng di Sahapm hampir 300 meter dan terdiri dari 42 pintu yang dihuni oleh 50 an kepala keluarga ...Radakng Saham merupakan situs budaya masyarakat Dayak Kanayatn, merupakan rumah terakhir yang masih tersisa dan masih dihuni oleh masyarakat disana. Konon memang banyak dijumpai Radakng ini disetiap kampung dan pemukiman orang Dayak, Propaganda Pemerintah tentang bahaya tinggal dirumah radakng membuat masyarakat meninggalkan radakng. dibalik propaganda ini sebenarnya tersirat makna ketakutan Pemerintah akan kelompok kelompok militan yang berserikat , mungkin ini sekedar asumsi namun bisa menjadi kebenaran. Pada tahun 1982 merupakan moment bersejarah di Kampungku , kedatangan Menteri Lingkungan Hidup Bapak Prof. Emil Salim dan Menteri Peranan Wanita Ibu Lasiah Sutanto menjadi penyelamat Radakng Kanayatn. Beliau menetapkan sejak kedatangannya kampungku menjadi cagar budaya dan harus dilestarikan. Sejak kedatangan sang penyelamat maka isu dan upaya pembongkaran radakng berakhir ,hingga hari ini masih dipelihara dan dihuni oleh masyarakat disana. 
Perjalanan ke Radakng Sahapm bisa ditempuh dengan perjalanan darat dengan kendaraan bus atau mobil. Jarak dari Pontianak sekitar 149 km , dari administrasi Radakng Sahapm berada di Desa Sahapm, Kec. Sengah Temila Kab. Landak.
Menampi padi

Seperti kebiasaan umum dikalangan masyarakat Peladang, menampi atau membersihkan padi/gabah dikerjakan oleh perempuan perempuan menggunakan bido atau alat penampi yang dianyam dari bahan rotan. Rotan rotan ini juga dihasilkan oleh hutan disekita Radakng atau rumah panjang. Hampir semua pekerjaan berat dikerjakan secara bersama sama. Semangat gotong royong ini mereka pelihara dan menjadi nuansa kehidupan masyarakat yang tinggal disana, bagi mereka menjadi keharusan atau kewajiban untuk saling membantu, dari philosofi tinggal bersama dalam satu rumah panjang adalah semangat senasib sepenanggungan, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Nilai nilai inilah yang konon menjadi ajaran Bung Hatta ketika membangun karakter kebangsaan Indonesia Merdeka.
Adat dikandung badan dan melekat dalam keseluruhan proses kehidupan masyarakat di Radakng, prosesi diatur mengikuti kalender musim dan dipimpin langsung oleh ketua ketua adat di kampung. Pesan adat selalu bermakna dalam mengingatkan petuah petuah hidup bagi Talino (manusia) , Adil Ka' Talino (Bersikap adil untuk manusia) , Bacuramin Ka' Saruga(Bercermin dengan kehidupan Surgawi), Basengat Ka' Jubata(Menggantungkan hidup pada Ilahi).
Suasana santai ibu ibu di siang hari, duduk dibalai balai dibagian dalam lorong radakng atau disebut Pene, selain dipakai sebagai ruang publik pene ini juga disediakan bagi para tamu yang datang untuk bersantai. Ingin merasakan sensasi yang luar biasa?tamu tamu bisa tidur di pene dan merasakan keramahan penghuni penghuni radakng...bukan mistis lho.
bentuk tangga
























Jalan lurus, menanjak atau menikung berbelok menjadi tantangan selama perjalanan dari kota Putussibau ke kampung Tanjung, kecamatan Mentebah kabupaten Kapuas hulu. Desa ini merupakan salah satu desa yang berada disekitar pegunungan Muller schwaner. Sementara jalan rusak, bergelombang dengan kubangan kubangan lumpur menjadi tantangan sulit dan bisa mengancam keselamatan berkendara, Semakin jauh kondisi jalan semakin sempit dan menyerupai jalur jalur setapak, Sepanjang perjalanan aku membayangkan bagaimana sejarah permukiman masyarakat disana,,,tak sabar lagi menunggu cerita cerita itu.
Alur jalan menuju desa Tanjung mengikuti alur sungai Suruk yang sudah mulai surut dan berbatu batu, konon ceritanya sungai ini merupakan jalur transportasi masyarakat di kampung kampung dan seperti umumnya kondisi transportasi sungai di pedalaman borneo.
Sungai ini juga menyisakan potensi yang luar biasa, ikan dan berbagai jenis hewan air masih sering ditangkap oleh mereka sebagai sumber protein hewani. Namun hatiku mulai miris ketika melihat beberapa aktivitas penambangan emas ditepi sungai dan dilakukan oleh para cukong dengan ilegal. Cukong adalah istilah di Kalimantan yang ditujukan bagi para pemodal pemodal yang membiayai praktek perusakan hutan seperti ilegal logging, penambangan emas liar dsb.
Rasa lelah dan perasaan was was saat mengendarai kendaraan bermotor akhirnya terbayar begitu tiba dikampung Roban , salah satu dusun di Desa Tanjung dan menjadi pusat pemerintahan desa.
Hari menjelang sore dan kami disambut oleh warga desa yang telah tahu kedatangan kami dan mereka akan menjadi peserta pelatihan perbaikan mutu bahan olahan karet selama empat hari kedepan.
Perkampungan didesa Tanjung merupakan perkampungan baru, sebelum tahun 90 an mereka tersebar sebar diperbukitan dan berpindah pindah mengikuti siklus perladangan dan perburuan. Konsentrasi permukiman ini merupakan bagian dari upaya untuk menata hidup secara bersama sama dan mengikuti program Penanganan bencana longsor diwilayah perbukitan pada akhir tahun 80 an. Sebelumnya kami tersebar dan hidup dalam kelompok kelompok kecil demikian menurut cerita Mateus Liong salah satu tokoh adat Dayak Kantuk di Desa Tanjung.





Komunitas Dayak Kantuk merupakan etnis yang mendiami wilayah desa Tanjung dan mereka hidup dalam tradisi adat sebagaimana kondisi umum masyarakat Adat Dayak dipulau Borneo. Kehidupan berbudaya dan menghargai kehidupan sebagai bagian dari kosmos dan hidup berdampingan dengan keseimbangan roh adalah prinsip dasar mereka. Sungguh luar biasa , walaupun mereka berada dalam keterbatasan mereka tidak serakah untuk mengeksploitasi hutan yang ada disekitar desanya. Mereka kerap hanya menjadi penonton perusahaan kayu yang telah beroperasi diwilayah jelajah mereka dan perusahaan tersebut hanya menyisakan kerusakan hutan diwilayah perhuluan kampung.

Foto : Anas Nasrullah/WWF
Kawasan Muller schwaner merupakan daerah berhutan kurang lebih dua juta ha yang berada pada gugusan pegunungan di jantung Kalimantan (Heart of Borneo). Dari aspek lingkungan merupakan kawasan yang berhubungan dengan tiga kawasan taman nasional seperti TN Bukit Baka bukit raya, Danau Sentarum dan TN Betung Kerihun. Jamrud Khatulistiwa dari permata hijau ini menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat kaya dengan flora fauna dan jasa lingkungannya. Tuhan telah memberikan anugerah yang luar biasa dan patut disyukuri sebagai bagian dari penyangga kehidupan dunia ini. Sementara diluar sana para ahli dan orang orang pintar sibuk berdebat mengenai harga Carbon, mekanisme pembayaran dan proyek riset raksasa sementara di Desa Tanjung masyarakat sudah menjamin komitmen dan bersikap melindungi hutan yang konon dibilang sebagai stok karbon dunia.



Sumber penghidupan masyarakat disana adalah masyarakat peladang yang memiliki pola pertanian sebagaimana siklus perladangan gilir balik dan menerapkan praktek agroforestry, komoditi yang ditanam bukan hanya untuk pemenuhan pangan tetapi juga tanaman perkebunan seperti karet, kopi, kakao dan berbagai jenis tanaman buah hutan dan tanaman tanaman kayu yang bernilai ekonomi. Salah satunya adalah tanaman Tengkawang (shorea) , Pohon hutan ini selain menghasilkan kayu yang berkualitas juga menghasilkan buah yang diolah menjadi minyak dan dikonsumsi oleh masyarakat dengan tekhnologi yang sederhana. luar biasa.....
Tanaman karet merupakan komoditi utama yang selalu dikembangkan oleh keluarga tani disana dan merupakan sumber ekonomi yang sangat penting. Kami menyekolahkan anak anak dan menabung untuk kebutuhan hidup dari hasil karet...demikian menurut pak Sadap yang telah membudidayakan karet dan berhasil menyekolahkan anak anaknya menjadi sarjana . Potensi karet dikampung kami sangat banyak dan kami bersemangat untuk meningkatkan mutu dan mendapatkan harga yang layak dan adil. Selama ini harga karet kami dibeli murah oleh tengkulak tengkulak dan tidak pernah ada yang mendampingi kami tentang bagaimana memproduksi karet yang baik...inilah sejumlah harapan yang disampaikan oleh kepala desa saat membuka pelatihan perbaikan mutu karet dan mereka sangat antusias untuk membangun gerakan yang merubah masa depana mereka menjadi lebih baik.
berdasarkan hasil penjajagan produksi rata rata sehari bisa mencapai 400 kg dan parktek produksi yang mereka terapkan sangat layak dan berpotensi untuk ditingkatkan mutunya.

Pondok di kebun karet
Interaksi selama empat hari dan belajar langsung dari lapangan telah menghasilkan standart mutu dan mekanisme pengawasan mutu oleh kelompok, sebagai bentuk simbolis dari apresiasi mereka terhadap gerakan ini diakhir acara tanpa melalui skenario awal kami didoakan secara adat setempat dan merupakan penghargaan bagi orang orang besar dan berjasa...waduuuuh jadi terharu dan merinding bulu dan menambah keyakinan bahwa berjuang bersama sama dengan petani harus tetap dilanjutkan.
Akhir cerita ini bukan disini saja karena masih ada sejumlah komitmen hingga mereka mandiri dan mampu menjaga kawasan Muller schwaner sebagai kekayaan dunia yang menjaga kehidupan bagi kita. Udara yang sejuk dan memberikan kehidupan dan  fungsi hidrologi serta sejumlah manfaat lain dari hutan Muller schwaner ini masih menyimpan misteri, Misteri besar dari benteng terakhir di pegunungan Muller schwaner ini juga menjadi daya tarik dan janjiku untuk kembali lagi bersama masyarakat Tanjung yang bersahabat. Semoga Tuhan selalu  memberikan berkat dan kebijaksanaan bagi kita,




by Tamin/Meliau- wwf Indonesia
Keterampilan fotographi bukan hanya milik orang orang yang memiliki kamera dan dipelajari di pelatihan yang diadakan oleh guru foto, masyarakat desa juga bisa melakukannya dan hasilnya luar biasa..
CLICK! (Communication Learning towards Innovative Change and Knowledge)berupaya menjembatani komunikasi dan aspirasi masyarakat melalui fotografi serta mendorong munculnya perubahan-perubahan positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan alam sekitarnya. Tiap partisipan dipinjamkan sebuah kamera foto dan kamera video selama periode satu tahun untuk memotret kondisi alam serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar mereka.
Sebelum mulai berburu gambar, para peserta mendapatkan pelatihan singkat mengenai teknis penggunaan kamera dan ilmu dasar fotografi.
Kesempatan mendokumentasikan segala hal yang terkait dengan kondisi keseharian dan moment moment tertentu bisa tertangkap dengan utuh dan bahkan mereka bisa mendapatkan objek langka dan eksotis seperti kehidupan orangutan dialam.
Program fotografi yang melibatkan komunitas ini merupakan pendekatan antropologi dimana substansi dari cerita dan dokumentasi berasal dari ethnik atau kelompok kelompok masyarakat, di beberapa wilayah jantung borneo ethnik group yang dominan adalah ethnik Dayak (Iban, Kayan, Taman, Tamambaloh dll) dengan pola penghidupan sebagai masyarakat peladang dan peramu, sedangkan komunitas melayu lebih banyak hidup diwilayah perairan darat (sungai dan Danau)  .
Pembelajaran fotographi ini juga bermaksud untuk membantu masyarakat mendokumentasikan persoalan, potensi dan kondisi mereka , hasil hasil foto diseleksi dan bisa dipergunakan sebagai pelengkap usulan perencanaan pembangunan didesa dan melengkapi cerita atau informasi dalam proposal pembangunan.
Proses seleksi dan pendampingan lanjutan
Pelatihan pengenalan kamera hanya bagian awal dari proses fotografi masyarakat, tindaklanjut kegiatan ini adalah melakukan pendampingan dan seleksi foto foto yang memenuhi kriteria dan bersifat informatif. setiap tiga bulan masyarakat berkumpul dan membahas hasil foto yang telah dipilih. Dari setiap proses pertemuan mereka selalu sharing tentang bagaimana pengalaman dan pembelajaran yang didapat, banyak kejadian luarbiasa dan menarik bagaikan cerita novel cinta tak berujunglah hehehehehe...
Setelah memasuki satu tahun mereka melakukan pameran foto dan dilakukan dengan gaya masyarakat, misalnya pada saat pesta panen, festifal budaya ditingkat kampung dan kecamatan, puncak pameran ini dilakukan dikota kabupaten dan mengundang semua pihak..
Bagaimana foto foto tersebut bercerita?
Tidak hanya sekedar foto, foto foto yang dihasilkan selalu memuat keterangan singkat (deskripsi foto) dan dirajut menjadi rangkaian cerita yang menarik. karya luar biasa ini kemudian dibukukan dan dipublikasikan, cerita keindahan Negeri tercinta dengan keragaman budaya dan kekayaan alam berlimpah akan abadi dan dikenang sepanjang masa,,,,

Perjalanan menuju sui Pelaik menempuh waktu sekitar 3 jam dengan speed boat melewati taman nasional Danau Sentarum dan menyusur sungai Leboyan , salah satu dusun yang masih terioslir dan hanya dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan perahu atau speed boat. sejarah kampung pelaik ini  berawal dari pengembaraan komunitas iban di sepanjang benua Lanjak dan Badau, menurut beberapa informasi riset karakter Iban lebih cenderung nomaden dan tersebar diberbagai kawasan dataran tinggi. Seiring perkembangan waktu komunitas ini berpindah dari perbukitan peninjau kearah danau sentarum. mungkin ini tempat terakhir dan menetap sampai generasi nanti demikian menurut Pak Burung kepala kampung Sui Pelaik.
Keseharian mata pencaharian masyarakat Iban di Sui Pelaik adalah berladang, menyadap karet dan meramu berbagai hasil hutan seperti rotan, tanaman obat, buah buahan hutan dan berburu. Pada musim tertentu mereka juga menjadi nelayan dengan menggunakan alat tangkap seperti bubu dan pengilar. Pengilar dibuat dari rotan berbentuk kubus dan dipasang dipinggir atau dasar sungai untuk menangkap ikan ikan berukuran besar. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan eksotis danau sentarum dan berbagai jenis binatang seperti burung, bekantan, bahkan bila beruntung kita bisa bertemu dengan orangutan.
mari kita kenali beberapa diantaranya hehehehehe

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa yang tergolong ke daIam ordo Primata, Famili Cercophithe Cidae, Subfamili Coleginae. Satwa ini hidup endemik di Taman nasional Danau Sentarum dan hutan rawa basah  Kalimantan. Bekantan biasanya disebut orang lokal Kera Belanda atau rancong, karena memiliki hidung yang menonjol agak lebar menggantung kedepan seperti hidung orang belanda. dalam bahasa inggris biasa disebut Proboscis Monkey. Selain mempunyai hidung yang panjang, Bekantan juga mempunyai morfologi yang khas yaitu mempunyai selaput diantara jari kaki dan tangan serta sistem pencenaan yang sama dengan rusa, jerapah. sapi, domba. dan kambing yang disebut Rominansia, dan juga mempunyai sistem sosial yang unik dihabitatnya.
Habitat bekantan sangat terbatas pada tipe hutan rawa gambut, bakau serta sangat tergantung pada sungai, walaupun sebagian kecil ada yang hidup di hutan Dipterocarpaceae dan hutan karangas namun masih berada disekitar sungai. Tipe hutan yang disenangi bekantan adalah tipe Riverine Mangrove dengan sungai yang cukup besar. Kebutuhan hutan ditepi sungai bagi bekantan adalah untuk tempat bermalam dan untuk tempat berkomuikasi. Makanan yang dikonsumsi oleh bekantan terdiri dari buah?buahan, bunga, jenis paku-pakuan, cendawan, larva insecta, dan rayap. Sedangkan makanan yang paling disukai olehnya dan dijadikan sebagai makanan utamanya adalah Gauna Motleyana dan Eugenia Spp. Jenis ini banyak tersebar dipinggiran sungai hingga jauh kedarat. Bekantan memang pernilih dalam pencarian makanan yang di sukai terutama buah dan daun muda pedada (Sonneratia lanceolata) yang tumuh di hutan bakau sepanjang sungai dekat pantai. Selain itu mereka juga mengkonsunasi pucuk-pucuk dari pohon bakau tempat mereka beristirat dan bermain. 
Menarik bukan?  keberuntungan bertemu dengan kelompok besar bisa terjadi apabila kita tenang dan sabar. bila bertemu dengan kawanan ini jangan coba coba menunjuk mereka karena mereka kira telunjuk tangan kita adalah senapan dan membahayakan mereka. Cukup satu perintah dari sang ketua maka mereka akan lari dan menghindar.
Ditengah Danau Luar
 Melewati danau luar yang menghubungkan Lanjak dengan aliran sui Leboyan merupakan trek yang menyenangkan, suasana danau yang tenang dengan dikelilingi oleh perbukitan membuat nuansa seperti berada pada titik kecil dari kebesaran ciptaan Ilahi..sungguh besar Kau Allahku...
 

sarang lebah madu hutan





madu hutan dari lebah Aphis dorsata merupakan kekayaan alam lainnya yang berada disana,..dengan kearifan lokal mereka mendapatkan madu hutan alami yang berkualitas tinggi dan dipanen setiap tahun. 
Kekayaan alam dan kelimpahannya juga pada potensi ikan ikan disana, dari hasil panen ikan setiap hari menggunakan jala dan pukat diawetkan menjadi ikan asin yang enak. proses pembuatan ikan asin cukup sederhana, setelah ikan dibersihkan cukup direndam dalam tong yang telah diisi dengan garam dapur. Proses perendaman selama 1- 2 hari. setelah diangkat ikan ikan ini dijemur ditempat terbuka dan dialas dengan tikar atau bahan yang bersih, 
pesonanya lain yang sangat eksoitis adalah angrek, tidak salah bila tawaran ini bagi para penggemar angrek hutan . keanekaragaman jenis anggrek di Sui Pelaik hampir 50 jenis, masyarakat menanam anggrek disekitar kampung dan mereka telah diajarkan oleh beberapa peneliti dari Cifor (center for international forestry research) .
Kawasan Danau Sentarum menyimpan pesona Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang tumbuh alami di hutan sepanjang aliran Sungai Kapuas. 
interior rumah panjang Iban
Jenis anggrek alam di danau Sentarum yang telah teridentifikasi oleh tim peneliti sebanyak 135 jenis, 50 jenis anggrek ada di Sui Pelaik . Masyarakat menjaga tanaman anggrek alami yang tumbuh parasit di pohon. Setiap hari mereka selalu berkeliling di sepanjang aliran sungai menggunakan sampan. Bila ada tanaman anggrek yang jatuh ke air, akan diletakkan kembali ke pohon. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian tanaman anggrek di hutan.

Pesona yang tak pernah berakhir dan menyimpan memori untuk kembali ke Sui Pelaik, menambah cerita untuk para sahabat dan anak anak dirumah dan menyebarkan informasi bagi dunia tentang kearifan mereka terhadap bumi.