Kepentingan Lingkungan dan Pembangunan
Perdebatan tentang isu investasi tambang dan perkebunan kelapa sawit dengan isu lingkungan semakin tajam,pengusung isu developmentalis berbasis sumber daya alam seolah-olah sangat percaya bahwa kemajuan ekonomi menjadi prioritas utama dari tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan yang muncul adalah pada saat terjadi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pada masa ini berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber daya alam pendukung atau tidak?
Skenario pertumbuhan ekonomi global berpengaruh terhadap fenomena tersebut, berbagai standarisasi praktek investasi dikeluarkan sebagai persyaratan pasar seperti standart pengelolaan pertambangan yang ramah lingkungan, standart pengelolaan perkebunan kelapa sawit lestari, standart verifikasi dan legalitas kayu dan sebagainya.berdasarkan data yang dirilis oleh KPPU sampai periode 2006 telah terjadi pertambahan luas yang sangat signifikant sekitar 20%, pada tahun 2010 luas perkebunan kelapa sawit sekitar 7 juta ha dan kenaikan produksi CPO sekitar 36 % dari produksi dunia.
Konsekwensi pertambahan ini secara kontekstual terkait dengan terbukanya iklim investasi di daerah pasca kebijakan otonomi daerah dan penguasaan tekhnologi perkebunan. Namun yang menarik adalah dengan meningkatnya investasi pembangunan perkebunan kelapa sawit ini berkontribusi terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat setempat? Menurut Data Pemerintah telah terjadi penurunan penduduk miskin sebanyak 12,92 persen.
Kebijakan investasi berbasis sumberdaya alam ibarat pisau bermata dua, apabila dikelola dengan bijaksana maka akan mendatangkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan, namun jika sebaliknya yang terjadi maka bersiap-siap untuk mengalami bencana permanent seperti yang sudah dirasakan selama ini. Sebagai contoh nilai dari recovery bencana banjir dan kekeringan jauh lebih mahal dari keuntungan ekonomi jangka pendek, nilai ini bukan hanya menjadi catatan bagi perencana pembangunan tetapi juga merupakan fakta yang harus disadari oleh public untuk ikut bertanggungjawab memberikan masukan dan mengawasi kebijakan yang berlaku di daerah.
Mencermati hal demikian apakah kita harus mempertentangkan kepentingan antara lingkungan dengan ekonomi? Benang merah antara kedua isu ini adalah prinsip dan kriteria investasi memberi posisi yang sama dan mempraktekkan pendekatan tekhnologi dan pengelolaan yang ramah lingkungan. Daya dukung lingkungan terhadap investasi secara langsung akan memberikan nilai benefit dan profit yang sangat besar. Jasa lingkungan yang didapatkan dari kawasan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi seperti air bersih, udara bersih dsb jauh lebih bermanfaat daripada membeli dan mengadakan suplai air secara mekanis di dalam kawasan perkebunan.
Bagaimana mendorong keseimbangan pikir dari persoalan diatas? Prasarat pertama adalah mengedepankan good governance, pengelolaan yang baik memiliki persyaratan seperti diantaranya adalah berwawasan ke depan, transparan, partisipatif, demokratis, efisiensi dan efektivitas, berorientasi mengurangi kesenjangan dll.
Prasyarat kedua adalah memperbaiki alur kebijakan yang ada, penguasaan modal investasi harus benar benar dikontrol dan mengakomodir akses petani , pada kondisi ini biarlah petani dihargai dan memiliki akses terhadap kebijakan investasi, pilihan pilihan yang lebih terbuka dan berbasis kemitraan .
Kondisi ini akan tercapai melalui kebijakan investasi yang mensyaratkan tanggungjawab social korporasi dan mekanisme control yang independent oleh Pemerintah. Pemerintah harus benar-benar rela melakukan control dan bersih dari praktek-praktek korupsi.
Category:
0 komentar