

Benih merupakan komponen penting dalam pertanian, benih ini bernas dan melahirkan harapan hidup baik secara morfologi maupun dalam konteks yang lebih luas. Peranan benih sangat penting, namun benih beih lokal ini sudah semakin terancam karena introdusir benih hibrida. Padahal benih lokal ini telah teruji dilapangan dan turun temurun dikembangkan oleh petani petani.
Punahnya benih lokal ini diakibatkan oleh bergesernya penggunaan benih hibrida yag dikampanyekan melalui program pemerintah
Mengapa harus terjebak dalam simbol simbol?kebanggaan terhadap simbol adalah sifat kerdil dari pribadi yang tertutup..bukankah kita tidak pernah berpesan saat lahir sebagai orag apa?keluarga apa?agama apa?
topik ini mewarnai diskusi dengan teman temanku hari ini, aku merasa bahagia da terhormat diundang berbuka puasa, menyimak nilai religi dan khusyuknya puasa sebagai perbuatan tobat.
Belajar memahami perbedaan dan menghargai nilai nilai humaniora bisa dilakukan dari praktek paling praktis, berteman degan orang yang berbeda dan tidak merasa tabu membicarakan perbedaan perbedaan atara kita dengan mereka paling mudah untuk dilakukan.
Betapa tidak, kita sering menutup diri dari komunitas diluar agama, suku atau kelompok sosial diluar kita. Pembodohan telah terjadi secara prakti dalam pikiran dan pribadi kita. Menampikkan nilai nilai kemanusiaan yang harusnya bersifat terbuka dan universal adalah pertanda kita telah memisahkan diri dari sifat pluralis.
Apakah kaum pluralis ini dikategorikan moderat dan tidak punya prinsip? tentunya salah besar bila kita memandangnya seperti itu. Pluralisme hadir sebagai sebuah kaakter membuat hubungan menjadi akrab, pluralisme menawrkan nilai kompromi tanpa mengorbankan nilai yang dimiliki oleh personal ataupun group.
Mengandaikan indahnya persahabatan dan kebersamaan adalah hal baik dan visioner, menjadikan komunikasi untuk menyelesaikan segala persoalan perbedaan bisa dilakukan pada setiap level baik antara masyarakat, masyarakat dengan pemerintah ataupun antar bangsa di dunia ini.
semoga
topik ini mewarnai diskusi dengan teman temanku hari ini, aku merasa bahagia da terhormat diundang berbuka puasa, menyimak nilai religi dan khusyuknya puasa sebagai perbuatan tobat.
Belajar memahami perbedaan dan menghargai nilai nilai humaniora bisa dilakukan dari praktek paling praktis, berteman degan orang yang berbeda dan tidak merasa tabu membicarakan perbedaan perbedaan atara kita dengan mereka paling mudah untuk dilakukan.
Betapa tidak, kita sering menutup diri dari komunitas diluar agama, suku atau kelompok sosial diluar kita. Pembodohan telah terjadi secara prakti dalam pikiran dan pribadi kita. Menampikkan nilai nilai kemanusiaan yang harusnya bersifat terbuka dan universal adalah pertanda kita telah memisahkan diri dari sifat pluralis.
Apakah kaum pluralis ini dikategorikan moderat dan tidak punya prinsip? tentunya salah besar bila kita memandangnya seperti itu. Pluralisme hadir sebagai sebuah kaakter membuat hubungan menjadi akrab, pluralisme menawrkan nilai kompromi tanpa mengorbankan nilai yang dimiliki oleh personal ataupun group.
Mengandaikan indahnya persahabatan dan kebersamaan adalah hal baik dan visioner, menjadikan komunikasi untuk menyelesaikan segala persoalan perbedaan bisa dilakukan pada setiap level baik antara masyarakat, masyarakat dengan pemerintah ataupun antar bangsa di dunia ini.
semoga
15 agustus 2010.
Menerobos pekatnya malam ditengah guyuran hujan kami meninggalkan Pontianak, Perjalanan malam ini terasa berat karena jalanan trans Kalimantan licin dan berkubang lumpur. Lalu lalang kendaraan sangat jarang dan sekali dua bertemu dengan beberapa binatang malam yag melintas dijalan.
9 jam perjalanan akhirnya tiba di Sintang, istirahat satu hari di Sintang cukup meregangkan semua otot dan syaraf syaraf yang penat. Malam hari kami kembali melanjutkan perjalanan ke Putussibau. Perjalanan kali ini membawa misi mengumpulkan informasi dan merancang kerjasama dengan masyarakat dan parapihak untuk penyelamatan koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.
Gonjang ganjing kerusakan hutan dan berkurangnya hutan dibelahan bumi Kalimantan ancaman terbesar bagi kehidupan manusia dibumi ini.
Upaya dialog politik tentang lingkungan ini tak pernah selesai dibahas diforum forum pertemuan baik di daerah , nasional bahkan internasional. Berbagai isu dan skema kebijakan lahir sebagai contoh REDD (Reducting emission from deforestation and forest degradation) da istilah istilah lainnya.Namun hal ini hanya menjajdi retorika semata.
Apakah masyarakat yang selama ini tinggal disekitar hutan tahu bahwa mereka merupaka bagian penting dari skema ini?tentuya tidak, target utama perjalanan ini mungkin bisa menggambarkan kesesuaian isu isu gobal tersebut dengan kebutuhan masyrakat disekitar hutan
Menerobos pekatnya malam ditengah guyuran hujan kami meninggalkan Pontianak, Perjalanan malam ini terasa berat karena jalanan trans Kalimantan licin dan berkubang lumpur. Lalu lalang kendaraan sangat jarang dan sekali dua bertemu dengan beberapa binatang malam yag melintas dijalan.
9 jam perjalanan akhirnya tiba di Sintang, istirahat satu hari di Sintang cukup meregangkan semua otot dan syaraf syaraf yang penat. Malam hari kami kembali melanjutkan perjalanan ke Putussibau. Perjalanan kali ini membawa misi mengumpulkan informasi dan merancang kerjasama dengan masyarakat dan parapihak untuk penyelamatan koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.
Gonjang ganjing kerusakan hutan dan berkurangnya hutan dibelahan bumi Kalimantan ancaman terbesar bagi kehidupan manusia dibumi ini.
Upaya dialog politik tentang lingkungan ini tak pernah selesai dibahas diforum forum pertemuan baik di daerah , nasional bahkan internasional. Berbagai isu dan skema kebijakan lahir sebagai contoh REDD (Reducting emission from deforestation and forest degradation) da istilah istilah lainnya.Namun hal ini hanya menjajdi retorika semata.
Apakah masyarakat yang selama ini tinggal disekitar hutan tahu bahwa mereka merupaka bagian penting dari skema ini?tentuya tidak, target utama perjalanan ini mungkin bisa menggambarkan kesesuaian isu isu gobal tersebut dengan kebutuhan masyrakat disekitar hutan
