Negeri Laskar Pelangi

Voice of borneo | 21.03 | 0 komentar

Disambut hujan gerimis pesawat Garuda yang mendaratkanku di Negeri Laskar Pelangi (Belitung) membuat suasana dingin dan mengundang pertanyaan tentang pesona Negeri ini. Setiap tempat baru yang kudatangi membuatku gugup dan berhati hati karena banyak hal yang belum kuketahui misalnya arah jalan, keamanan dll.
Suasana itu mulai mencair saat sopir taksi yang kutumpangi mulai membuka informasi tentang Belitung, Disini keamanan terjamin mas dan banyak lokasi wisata yang bagus untuk dikunjungi. wow kereeen aku bisa mendapatkan informasi gratisnya  tentang situasi ini, hebatnya lagi dia nyerocos promosi kopi dan budaya minum kopi, pas banget dengan cerita  Andrea Hirata dalam novel novelnya tentang Belitung.


Perjalanan menelusuri pesona Belitung diawali berkunjung ke Pantai Lengkuas, pantai ini merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi yang diangkat dari Novel Andrea Hirata. Luar biasa bebatuan pantai dengan kejernihan air laut merupakan fenomena fantastis yang memanjakan mata dan membuat takjub begitu besarnya KaryaNYA.
Aku langsung teringat tentang Genesis dan sabdaNYA untuk menguasai segala milik ciptaanNYA dengan bijaksana. Di kejauhan nampak pulau Lengkuas yang menjadi destinasi favorit wisatawan, hanya membutuhkan waktu 30 menit by speed boat pengunjung sudah sampai di Pulau Lengkuas
Sebuah kebanggaan dari Belitung , film terkenal yang mengangkat kisah anak anak Belitung dibuat disini. Laskar Pelangi bukan sekedar kisah heroik anak anak kampung berjuang untuk mendapatkan pendidikan tetapi icon semangat orang Belitung untuk Maju dan mengharumkan nama Bangsa.
kisah kisah inspiratif ini tentunya lebih bermakna jika menjadi cerita dan dijadikan tontonan keluarga, Semilir angin dan indahnya pemandangan pantai memanjakan pengunjung lupa waktu dan menghabiskan diri untuk mengabadikannya. Wow kereen banget
Sisi lain yang sayang untuk dilupakan adalah Kopi.....Kopi saring Kong Djie sejak 1943 menyediakan citarasa kopi nusantara yang menyentak mata penikmat kopi, kekentalan kopi dengan cita rasa khas dan disudh panas memanjakan lidah dan menempatkan kopi Belitung sejajar dengan kopi lainnya di Negeri Nusantara ini. Hmmm ternyata tidak cukup segelas hehehe
Budaya Minum kopi ternyata hampir sama dengan tanah kelahiranku Kalimantan Barat, Warkung kopi sebagai media sosial dan kultur perdamaian dan persahabatan. Aku sangat menikmatinya apalagi mendengar celoteh dan obrolan dari meja sebelah denganbahasa lokal...sungguh menarik dan membuat suasana riuh.
Dari sini mereka bisa berbagi cerita dan pendapat tentang kehidupan , politik, bahkan cerita konyol yang dialami.

Cerita ini masih bersambung dan akan selalu menjadi kenangan Indah , membuat bangga Nusantara penuh pesona, menyimpan kekayaan budaya dan keindahan Alam serta sumberdaya yang abadi....








Category:

Voice of Borneo:
Saya sangat menghargai komentar yang membangun dan bertanggungjawab

0 komentar