Trip To Heart of Borneo

Voice of borneo | 02.34 | 0 komentar


Hanya ada satu tempat yang tersisa di Asia Tenggara, membentang melintasi batas Indonesia, Malaysia dan Brunei serta menjangkau hingga kaki bukit dan dataran rendah yang secara ekologis terkait dimana hutan masih dapat dikonservasi dalam skala yang sangat luas. Hutan hujan seluas 220,000 kilometer persegi yang saling terhubung, terdiri dari jaringan kawasan konservasi dan kawasan budidaya yang dikelola secara berkelanjutan, untuk memastikan perlindungan serta pengawetan keanekaragaman hayati dan sumber air bagi kemaslahatan para pihak di tingkat lokal, nasional dan internasional. Kami menyebut kawasan tersebut sebagai Heart of Borneo, sebuah jantung kehidupan.
Hutan di Heart of Borneo adalah salah satu tempat di dunia dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan tersebut juga menjadi salah satu dari dua tempat di dunia dimana Orang Utan, Gajah Asia dan Badak Sumatera hidup bersama. Sekitar 34% dari flora dan fauna tersebut hanya dapat kita temui di Pulau Borneo atau kita kenal sebagai Pulau Kalimantan.  Dalam waktu 10 tahun terakhir telah ditemukan 361 spesies baru, dan hingga saat ini penemuan baru terus terjadi. Selama puluhan tahun Borneo menjadi magnet bagi ilmuwan dari berbagai belahan dunia untuk mengeksplorasi keragaman hayati. demikian menurut catatan WWF Indonesia,
Mengalami perjalanan dan tinggal dijantung Kalimantan merupakan kemewahan dan keberuntungan bagiku, betapa tidak hampir separuh pekerjaan konservasi bersama masyarakat kulakukan disana di Heart of Borneo. 
Suasana pagi yang masih menyisakan embun dan kicauan burung bagaikan paduan suara mengawali pagi disana, dingin pagi ini membuat hidup mewah dengan oksigen tanpa polusi gratis yang disediakan alam bagi kita.
nuansa pagi
Danau Sentarum, sebuah surga di Jantung Borneo
Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu kawasan penting yang ada di jantung Borneo , kawasan ini terkenal dengan keanekaragaman hayati dan karakteristik lahan basah dunia, seluas 132 ribu Ha, kawasan ini menyimpan banyak pengetahuan dan memiliki nilai penting bagi dunia. 
Menurut penelitian yang telah dilakukan Berdasarkan data yang tercatat, hingga saat ini terdapat 675 (species) yang tergolong dalam 97 suku (familia). Dari jumlah tersebut 33 jenis merupakan jenis endemic dan 10 jenis merupakan jenis baru. Data-data tersebut belum seluruhnya terinventarisir terutama jenis pohon yang berada dihutan dataran rendah perbukitan, kemudian jenis-jenis anggrak dan jenis parasit.
Jenis tumbuhan yang ada antara lain : Dichilanthe borneensis, Menungau (Vatica menungau), Putat (Baringtonia acutangula), Kayu Tahun (Carallia bracteata), Rangas (Gluta rengas), Kawi (Shorea balangeran), Ramin (Gonystylus bancanus), Ransa (Eugeissona ambigua) dan sebagainya. fantastik bukan?
 Cerita kali ini mau berbagi beberapa kisah perjalanan kesana , Perjalanan ke Danau Sentarum bisa ditempuh dari kota Putussibau menuju kecamatan Batang Lupar atau lebih dikenal dengan Lanjak menggunakan kendaraan darat mobil atau sepeda motor. Lama perjalanan 3 jam dengan kondisi jalan mulus, menyusuri jalan ke perbatasan lintas utara menuju Sarawak . 
Dari Lanjak kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan speed boat atau long boat diwaktu air danau pasang, hampir 80 persen kawasan Taman Nasional Danau Sentarum adalah kawasan basah . Namun pada musim kemarau hamparan danau yang maha luas itu bisa kering bak gurun pasir dan bisa ditempuh dengan sepeda motor.
Menyusuri Sui Labian ke Melemba



Alternatif lain saat kemarau menggunakan long boat menyusuri sungai Labian (menurut Iban dan Embaloh), seungai Leboyan (menurut Melayu). Sungai Labian Leboyan ini adalah satu satunya sungai yang menghubungkan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun. Sebagai koridor biologi sungai ini sangat penting bagi habitat dan migrasi ikan dan satwa lainnya. 
Rumah Lanting


menggunakan speed boat
Rumah Lanting merupakan salah satu bentuk rmah mobile masyarakat di kawasan Danau Sentarum terutama nelayan nelayan yang selalu berpindah pindah pada musim tertentu, Perpindahan ini sangat unik, mengikuti musim ikan dan selalu dilakukan secara berkelompok.
Sebagian besar masyarakat menangkap ikan dengan peralatan sederhana dan memperoleh penghasilan dari menjual ikan segar dan produk olahan seperti ikan asin dan kerupuk.
sungai rawa gambut
Bagi para penikmat ikan air tawar , memancing dan merasakan kelezatan ikan air tawar seperti jenis Tapah, Toman, Lais dan sebagainya Danau Sentarum adalah tempatnya. hattrick tarikan liar joran pancingmu tak akan pernah terbayangkan dan membayar lelahnya perjalanan. Jika kondisi air bagus kita bisa menyiapkan bumbu terlebih dahulu atau menjerang kuali , kemudian menebar jala, melemparkan joran atau mengangkat bubu , Ikan pasti dapat dan bisa dipilih mau yang bersisik atau yang polos..weeeeh luar biasa bukan?
Disisi lain kita akan terpukau dengan kearifan lokal pemanfaatan hasil hutan disana, masyarakat yang hidup dalam kedamaian , kerukunan walaupun berbeda agama dan etnis menjadi jawaban atas kekerasan yang mengatasnamakan perbedaan yang terjadi setiap hari diluar sana.
Lanting


Add caption


Pakaian Adat suku Dayak Iban

Bagai kisah seribu satu malam , cerita tentang kehidupan masyarakat di Danau Sentarum penuh dengan etika , beradat dan mencintai alamnya karena mereka dimanjakan alam dengan kelimpahan kekayaannya.
Namun kisah ini bisa berakhir pada saat ancaman terhadap kondisi kawasan semakin tinggi terutama dari kegiatan eksploitasi hutan dan kawasan penting menjadi perkebunan kelapa sawit.
Kegelisahan ini beralasan karena dibagian utara dan merupakan sumber air kawasan Danau Sentarum Pemerintah telah memberikan ijin perkebunan kepad Sinar Mas Group. Perubahan drastis kondisi air dan berkurangnya ikan dari tahun ketahun disinyalir merupakan efek dari aktivitas aktivitas tersebut,
menari

tarian Iban

Perjalanan akhirnya berakhir di Desa Melemba tepatnya diperkampungan Iban , senyum ramah dan sikap bersahabat membuat nyaman seperti dirumah sendiri. Pemukiman Dayak Iban dikenal dengan Rumah Panjang (Long House) atau dalam bahas lokalnya Betang. Pola rumahnya adalah sebuah kesatuan dan hanya dipisahkan oleh sekat bilik setiap keluarga. Bagian depan terdiri dari lorong luar dan lorong dalam dan bersambung.
Rumah panjang melambangkan solidaritas dan kebersamaan yang tinggi sesama penghuni rumah, mereka hidup harmonis dan disatukan oleh adat istiadat.
Rasa pegal hilang dengan duduk selonjoran dengan segelas tuak dan gemulai tarian Iban..





Category:

Voice of Borneo:
Saya sangat menghargai komentar yang membangun dan bertanggungjawab

0 komentar